Tampilkan posting dengan label Umum. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Umum. Tampilkan semua posting

Tragedi di Pagi Hari Lebaran

Suara takbir terdengar melantun dari speaker radio tape milik Utami. Seorang istri berumur 35 tahun tampak berwajah muram. Bagaimana tidak, disaat orang lain terutama tetangganya bersuka cita berkumpul bersama kerabatnya, mudik ke daerah masing-masing namun Utami terpaksa hanya menghabiskan lebaran tahun ini di sebuah kompleks rumah rusun tingkat 4 di kawasan Depok. Ini semua karena dirinya dan sang suami mesti melakukan pengiritan keuangan karena anak semata wayang mereka baru masuk TK. Karena gengsi, akhirnya mereka menyiapkan uang pangkal yang cukup besar dan terpaksa mengorbankan keinginan tiap tahunnya untuk pulang mudik ke kampung di Timur pulau Jawa. Apalagi, keperluan lain seperti tas dan buku-buku untuk si buah hati bersekolah nanti selain iuran bulanan sekolah yang lumayan menmbah beban pengeluaran mereka.

Belajar Biologi

Perkenalkan, namaku Bobby. Umurku 17 tahun, sedang proses ke 18 tahun. Aku baru saja menyelesaikan sekolahku dan lanjut ke suatu universitas di Medan. Aku ingin menceritakan kejadian menyenangkan bersama pacarku ketika sedang dirumah.

Pacarku bernama Bella. Umurnya baru 17 tahun, biarpun umur kami sama, tetapi dia lebih muda 1 tingkatan di bandingkan aku. Bella memiliki tinggi badan yang bisa dibilang lebih pendek dari tinggiku. Dia mempunyai tinggi badan sekitar 155-165 cm. Badannya bisa dibilang berisi (tapi bukan gendut). Bella memiliki rambut bewarna hitam dan panjangnya sedada.

Singkat cerita, kejadian ini terjadi ketika aku baru menyelesaikan sekolah SMA ku, dan dia baru menyelesaikan tingkat 2 SMAnya.

Sum, Pembantuku Yang Lugu

Aku adalah andi dan belum pernah menikah usiaku 30 tahun . aku memiliki seorang pembantu, Sumiah namanya, berumur kurang lebih 23 tahun, belum kawin dan masih lugu karena kami dapatkan langsung dari desanya di Jawa Timur. Wajahnya biasa saja, tidak cantik juga tidak jelek, kulitnya bersih dan putih terawat, badannya kecil, tinggi kira-kira 155 cm, tidak gemuk tapi sangat ideal dengan postur tubuhnya, buah dadanya juga tidak besar, hanya sebesar nasi di Kentucky Fried Chicken sangat tidak sesuai kriteria ku karena memang keinginan dulu karena pengalaman kerjanya. Dan aku biasa melampiaskan nafsuku dengan menyewa wanita malam,tapi aku punya obsesi ingin mencicipi perawan

Cerita ini terjadi pada tahun 1999, berawal ketika aku pulang kantor pukul 19:00 ,Seperti biasanya, aku langsung mengganti celanaku dengan sarung kegemaranku yang tipis tapi adem, tanpa celana dalam. Pada saat aku keluar kamar, nampak Sumiah sedang menyiapkan minuman untukku, segelas besar es teh manis.

Ternyata Di Paksa Itu..

Lagi BT, pingin posting tp inet modem lemot. Terpaksa deh pakai HP.
Em, maaf ya klo ceritanya masih acak-acakan dan ga seru. Hanya pingin menshare pengalaman saja

Aku adalah seorang wanita yang dari kecil dipingit oleh orang tua dikarenakan anak wanita pertama. Sebenernya wajahku ga cantik, hanya banyak yg mengira klo ada darah arab di diri aku. Tinggiku sekitar 155cm, dan jangan tanya soal BB ku, krn aku akang tersingung. Hahaha.. Tubuhku tergolong gemuk tpi dgn toket kecil. Hihihi...

Setelah sekolah SMA, aku malah menjadi sangat nakal. Sampai kecolongan keperawanan oleh pacar sendiri.

Ditha Stories - Dari Minimarket Sampai Ring Road

Hai hai,,,

Nama gua Ditha, gua asli manado & sekarang sedang menyelesaikan semester akhir di sebuah PTS di Jogja..

Gua tinggal disebuah perumahan di daerah jogja utara bersama adik gua yang baru saja masuk kuliah. Ya sebenernya nggak utara2 amat sih,, disini jg uda jd semacam new town di jogja, dan gua cm tinggal berdua sm adik gua.. Dan karena dasarnya dia juga jarang dirumah, jadi rumah ini berasa milik gua sendiri… haha
So, mari kita langsung mulai saja cerita kita,,

Malam ini, gua sedang merencanakan eksib plan untuk kesekian kalinya, dan motor Kawasaki adik gua, termasuk dalam acara,,, so, malam ini gua bujuk adik gua habis2an untuk jalan pake mobil gua,,, dan syukurlah, dia nurut sama cici’nya.. (harus doong),,, dan rencana berjalan dengan mulus

Gara - Gara Suami Tidak Bisa Menghamili

Usia 27 tahun bagi seorang wanita bukanlah usia yang muda lagi. Pada umur itu biasanya para wanita mendambakan memiliki keluarga kecil yang bahagia. Suami dan anak akan melengkapi kebahagiannya. Begitupun dengan Indah, seorang wanita berjilbab yang bekerja sebagai customer service pada salah satu perusahaan swasta. Di usia 27 tahun saat ini, dia pun menginginkan hal tersebut. Terutama memiliki anak. Belum lengkap rasanya seorang wanita jika belum menjadi seorang ibu.

Meniduri Penjaga Toko Yang Montok

Rumah kontrakan yang ku tempati terletak di daerah dekat pasar, walaupun jarak dari kontrakanku ke pasar memang agak jauh kalau berjalan kaki tetapi aku tidak risau. Karena aku pergi ke pasar hanya sesekali sewaktu membeli kebutuhan dapur. Setiap kali aku ke pasar, aku akan berjalan kaki saja dan aku jarang membeli banyak barang.

Di pasar itu, aku sering mengunjungi sebuah kios sedang yang menjual berbagai jenis keperluan dapur. Aku bukan saja dapat membeli semua barang-barang yang aku perlukan, malah aku juga berpeluang untuk berkenalan dengan seorang wanita yang aku taksir berumur lebih kurang 37 tahun. Namanya Anisah.

Menikmati Tubuh Anak Pak Kades

Matahari hari mulai terbenam di ufuk barat ketika Jamaluddin Imam, yang lebih akrab dipanggil Imam, baru saja bangun dari tidurnya. Dengan mata masih mengantuk, Imam berusaha bangun dan mengambil handuk yang kemudian dililitkan dipinggangnya. Kemudian dia berjalan menuju sungai, yang jaraknya sekitar 500 meter dari rumahnya.

Pemuda berusia 16 tahun, berwajah ganteng dan bertubuh atletis ini berjalan melintasi persawahan sambil bernyanyi kecil. Imam adalah figur pemuda kampung yang supel, ramah dan pintar bergaul. Ayahnya Pak Brata adalah seorang petani yang cukup berhasil. Pak Brata memiliki tiga orang istri. Imam anak satu-satunya dari isteri ketiga Pak Brata. Ibunya bernama Ani, biasa dipanggil Bu Ani, seorang penjual kue dipasar yang letaknya tidak begitu jauh dari kampungnya.

BabySitter Mantan Pelacur, Anak Umur 7 Tahun Jadi Pemuas

Namaku adalah Rina. Aku lahir di Semarang pada tanggal 21 Oktober 1982. Aku bertipikal seperti wanita jawa pada umumnya. Tubuhku singsat padat dengan kulit kecoklatan. Pada saat aku berumur 20 tahun aku merantau ke Jakarta. Aku bercita-cita menjadi pelayan restoran besar. Namun, cita-cita itu tidak mudah. Dengan pendidikanku yang hanya tamat SD dan tidak punya pengalaman bekerja. Seringkali aku di tolak. Kalau ada yang menerimaku, paling lama hanya 3 bulan dalam masa uji coba setelah itu aku dikeluarkan.

1 tahun aku dapat bertahan hidup di jakarta. Memasuki tahun kedua, keadaanku semakin sulit. Aku mulai kehabisan uang, sementara aku belum mendapatkan pekerjaan. Sudah 4 bulan aku menganggur. minggu depan masa kontrakan rumah ku harus diperpanjang. Untuk makanpun, aku kesulitan.

Ngewek Dengan Pembantu Baru

Pagi itu, setelah bermain golf di Ciracas, badanku terasa gerah dan lelah sekali karena, aku menyelesaikan delapan belas hole, biasanya aku hanya sanggup bermain sembilan hole, tetapi karena Ryan memaksaku untuk meneruskan permainan, maka aku jadi kelelahan seperti sekarang ini.

Kupanggil Marni pembantuku yang sudah biasa memijatku, aku benar-benar merasa lelah karena semalamnya aku sempat dua kali "bertempur" dengan kenalanku di Mandarin, pasti nikmat rasanya dipijat dan selanjutnya berendam di air panas, langsung aku membuka pakaianku hingga hanya tinggal celana dalam dan langsung berbaring di atas tempat tidurku. Namun agak lama juga Marni tak muncul di kamarku memenuhi panggilanku melalui interkom tadi, biasanya Marni sangat senang bila aku suruh memijat karena disamping persenan dariku besar, dia juga sering kupijat balik yang membuat dia juga dapat merasakan kenikmatan yang satu itu.

Kangen Adik Dan Mamaku

Kuliah adalah tempat seseorang untuk menuntaskan cita-citanya. Dan juga mungkin tempat di mana kita akan mengenal sebuah dunia baru. Dunia ini begitu luas, sampai-sampai kita tak sadar bahwa dunia itu sedikit demi sedikit mempengaruhi kita. Kita tak heran banyak orang-orang yang pergi kuliah pulang ke kampung halamannya sudah berubah drastis. Dari mereka yang sifatnya lugu menjadi sok gaul, dari mereka yang sifatnya jelek bisa jadi pulang menjadi orang yang alim banget. Inilah yang terjadi padaku, sebuah pengalaman yang entah aku harus menyebutnya apa. Namaku Gun, sebut saja begitu. Seorang mahasiswa fakultas Tehnik di kampus X, salah satu PTS terkenal di kota Y.

Ada perasaan kangen sebenarnya ama kampung halaman. Dan perasaan itu pun masih ada sampai sekarang, maklum karena kesibukanku, aku pulang hanya setahun sekali. Selain mengikuti organisasi kampus dan banyak ekstrakulikuler, aku juga dihadapkan pada jadwal perkuliahan yang padat.

Kenikmatan Jepitan Susu Lidya

Lega rasanya aku melihat pagar rumah kosku setelah terjebak dalam kemacetan jalan dari kampusku. Kulirik jam tanganku yang menunjukkan pukul 21.05 yang berarti aku telah menghabiskan waktu satu jam terjebak dalam arus lalu-lintas Jakarta yang begitu mengerikan. Setelah memarkir mobilku, bergegas aku menuju ke kamarku dan kemudian langsung menghempaskan tubuh penatku ke ranjang tanpa sempat lagi menutup pintu kamar.

Baru saja mataku tertutup, tiba-tiba saja aku dikejutkan oleh ketukan pada pintu kamarku yang disertai dengan teriakan nyaring dari suara yang sudah sangat aku kenal.

"Ko, loe baru pulang yah?" gelegar suara Voni memaksa mataku untuk menatap asal suara itu.

Semerbak Teratai Di Kolam Berlumpur

Didalam hitam ada putih, didalam putih ada hitam. Didalam kebenaran ada kesalahan, dan didalam kesalahan ada kebenaran. Tidak ada yang abadi dan sempurna di dunia ini.

Di tengah kolam berlumpur yang kotor tumbuh sekuntum bunga teratai nan indah dan semerbak. Adakah yang bersedia mengotori dirinya untuk mendapatkan bunga tersebut?

Part one: Pertemuan Pertama
Jakarta, February 1996

Minggu siang, bersama dua orang teman saya, Andi dan Al, kita berjalan-jalan menghabiskan waktu di Mal Ciputra.

Perselingkuhan Yang Tak Disangka

Aku menikah dengan usia yang relatif muda, yaitu 25 tahun dan istriku 22 tahun. Aku bersyukur bisa memperoleh istri yang cantik dan tubuh yang seksi dengan dada yang menantang dan pantat yg sekal, tapi bukan itu alasanku memilih dia tapi kebaikan dan ketaatannya dalam beribadah yang membuatku yakin dengan pilihanku.

Karena menikah dengan usia muda dan karir masi pemula membuat kami belum mampu membeli rumah sendiri, sehingga kami pun ngontrak rumah dipinggiran kota. Itu pun tidak lama karena mertuaku menyuruh kami tinggal bersama mereka. Karena berbagai pertimbangan kami pun setuju tinggal di rumah mertuaku.

Mertuaku tinggal di rumah berdua, dan mereka mempunyai toko yang terletak tidak jauh dari rumah. Mereka mempunyai 2 karyawan wanita sebagai penjaga toko, dan 2 karyawan laki-laki berusia remaja (sekitar 18 tahun) bernama yusup.

Aku Menyerah

Ini adalah kisah lain yang terjadi antara aku dengan Oom Win (pamanku yang berusia 10 tahun lebih tua dariku dan masih menumpang di rumahku), ketika aku masih berumur 17 tahun.

Ketika itu rumah memang sedang sepi, hanya Oom Win dan aku saja yang ada di rumah. Kedua orang tuaku sedang berlibur ke Bali dan kakak-kakakku yang sudah berkeluarga sudah pindah ke lain kota. Pembantu-Pembantu pun tidak ada karena memang saat itu hari lebaran.

Adik Kecilku

Aku kost di daerah Senayan, kamarku bersebelahan dengan kamar seorang gadis manis yang masih kecil, tubuhnya mungil, putih bersih dan senyumnya benar-benar mempesona. Dalam kamar kostku terdapat beberapa lubang angin sebagai ventilasi. Mulanya lubang itu kututup dengan kertas putih.., tapi setelah gadis manis itu kost di sebelah kamarku, maka kertas putih itu aku lepas, sehingga aku dapat bebas dan jelas melihat apa yang terjadi pada kamar di sebelahku itu.

Suatu malam aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku dibuka, lalu aku seperti biasanya naik ke atas meja untuk mengintip. Ternyata gadis itu baru pulang dari sekolahnya.., tapi kok sampai larut malam begini tanyaku dalam hati. Gadis manis itu yang belakangan namanya kuketahui yaitu Melda, menaruh tasnya lalu mencopot sepatunya

Mamat dan Kisah Cintanya

Aku merasa hidup ini sangat fana. Aku terlahir di keluarga yang serba kekurangan, aku tidak pernah mengecap bangku pendidikan, karena ayahku telah lama dunia, sejak kecil hanya ibuku saja yang mencari nafkah, namun sekarang karena faktor usia beliau juga harus berhenti bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Kondisi tubuhnya sudah tidak memungkinkan untuk membanting tulang. Aku yang sudah memasuki umur 18 tahun memang sudah seharusnya menjadi tulang punggung keluarga, walaupun aku anak tunggal, tapi aku masih harus menghidupi ibuku. Karena tanpa bekal ilmu aku kesulitan mencari pekerjaan, sehingga menjadi jambret dan preman lah yang sedikit membantuku menyambung nafas.

Wanita Berkeringat

Jakarta yang panas membuatku kegerahan di atas angkot. Kantorku tidak lama lagi kelihatan di kelokan depan, kurang lebih 100 meter lagi. Tetapi aku masih betah di atas mobil ini. Angin menerobos dari jendela. Masih ada waktu bebas dua jam. Kerjaan hari ini sudah kugarap semalam. Daripada suntuk diam di rumah, tadi malam aku menyelesaikan kerjaan yang masih menumpuk.

Kerjaan yang menumpuk sama merangsangnya dengan seorang wanita dewasa yang keringatan di lehernya, yang aroma tubuhnya tercium. Aroma asli seorang wanita. Baunya memang agak lain, tetapi mampu membuat seorang bujang menerawang hingga jauh ke alam yang belum pernah ia rasakan.

“Dik.., jangan dibuka lebar. Saya bisa masuk angin.” kata seorang

Aku Dan Celana Dalam Cewek

Namaku Irving. Cowok berusia 26 tahun. Aku terlahir sebagai anak tunggal. Keluarga besarku sangat sedikit jumlah orangnya. Mamaku hanya 2 bersaudara, sedangkan papaku aadalah anak tunggal. Saat ini aku bekerja di sebuah perusahaan konstruksi di kota Surabaya. Aku sangat suka memakai pakaian dalam cewek. Kadang-kadang aku juga memakai baju cewek juga, tetapi semua itu aku lakukan di rumah sendiri saja. Aku tidak pernah memakainya untuk ditunjukan kepada orang lain. Aku memakainya untuk membangkitkan gairah dan fantasyku tentang sex. Biasanya setelah itu, aku akan melakukan masturbasi sampai aku merasa puas.

Kesenanganku pada pakaian dalam perempuan berawal sejak SMP kelas 2. Waktu itu aku masih tinggal di Jakarta. Waktu itu aku di ajak bibiku untuk menginap di Bandung. Bibiku ini kakaknya mamaku. Saat itu dia berumur 36 tahun, berkulit putih dan cantik. Tingginya kurang lebih 165 cm dengan berat badan sekitar 45 kg.

Putri Ibu Kos Gadis Sunda yang Centil

Waktu itu usiaku 23 tahun. Aku duduk di tingkat akhir suatu perguruan tinggi teknik di kota Bandung. Wajahku ganteng. Badanku tinggi dan tegap, mungkin karena aku selalu berolahraga seminggu tiga kali. Teman-¬temanku bilang, kalau aku bermobil pasti banyak cewek yang dengan sukahati menempel padaku.

Aku sendiri sudah punya pacar. Kami pacaran secara serius. Baik orang tuaku maupun orang tuanya sudah setuju kami nanti menikah. Tempat kos-ku dan tempat kos-nya hanya berjarak sekitar 700 m. Aku sendiri sudah dipegangi kunci kamar kosnya.