Selingkuh Yang Bermanfaat

Saya ibu rumah tangga berumur 36 tahun yang sehari-sehari mempunyai kegiatan terkait dengan kegiatan sosial yang kadang-kadang menyelenggarakan kegiatan di luar rumah, termasuk rapat-rapatnya. Suami bekerja di pemerintahan.

Anak kami dua yang tertua berumur 14 tahun. Saya sewaktu masih muda kadang-kadang ikut sebagai peragawati dan kadang-kadang juga foto model, dengan tinggi badan 165 cm. Dengan bagian-bagian tubuh depan dan belakang termasuk bagus. Berat badan sekitar 47,5 kg. Orang bilang saya punya penampilan yang menarik dan seksi terutama juga bibir saya.

Air Dari Pipit

Empat tahun lalu aku masih tinggal dikota B. Waktu itu aku berumur 26 tahun. Aku tinggal dirumah sepupu, karena sementara masih menganggur aku iseng-iseng membantu sepupu bisnis kecil-kecilan di pasar. 3 bulan aku jalani dengan biasa saja. Hingga akhirnya secara tak disengaja aku kenal seorang pelanggan yang biasa menggunakan jasa angkutan barang pasar yang kebetulan aku yang mengemudikannya. Bu Murni namanya. Sambil ngobrol ngalor-ngidul aku antar dia sampai dirumahnya yang memang agak jauh dari pasar tempat dia berjualan kain-kain dan baju.

Mobil Merah Tetangga Sebelah

Aku baru saja memasuki rumah ketika kulihat sesuatu di rumah sebelah. Rumah Sesyl kelihatan agak berbeda dari biasanya. Disana, di pekarangan rumah itu terparkir sebuah Honda Jazz berwarna merah. Aku agak bingung sekaligus bertanya-tanya bagaimana mungkin ayahnya Sesyl yang selama ini hanya bekerja sebagai kuli bangunan itu bisa membeli Honda Jazz? Biasanya juga sehari-harinya suka minjem uang ke ibu.

Aku sudah berada di depan kamar. Aku melihat ke ruang lain sejenak, ada ibu yang sedang menyiapkan makan malam disana. Aku bermaksud menghampiri dan ingin menanyai mobil yang ada di rumah sebelah. Namun, kuurungkan niatku karena ku yakin ibu tidak akan pernah mau membahasnya. Ibu selalu mengingatkanku bahwa tidak ada baiknya mencari tahu urusan orang lain. “nanti jadi ghibah lho”, begitu ibu berujar selalu.

Kisah Dari Bukit Barisan

Sore itu aku sedang berada di atas kereta api dalam perjalanan dari Bandung ke Jakarta, setelah tugas dari kantor selesai dilaksanakan. Ketika melewati daerah Padalarang, diluar jendela kereta terlihat hamparan sawah yang terjepit diantara kampung dan perbukitan. Aku jadi teringat kampung halamanku. Lamunanku membawa aku kembali ke kampungku....LIMA BELAS TAHUN YANG SILAM.... *

Aku tinggal di sebuah kampung di pedalaman pulau Sumatera yang dikelilingi oleh pegunungan. Sebagian besar penduduk dikampung kami berprofesi sebagai petani baik bersawah maupun berkebun. Udara yang sejuk dan tanah yang subur sangat mendukung kegiatan pertanian. Dipinggir kampungku ada sebuah sungai yang selain digunakan untuk mengairi sawah juga digunakan untuk mandi dan mencuci. *

Sensasi Baru Dalam Bioskop

Pada akhir Januari 2004, aku dan pacarku (Michael) menonton film Lord Of The Ring 3 di sebuah mall besar di Jakarta Barat. Film dimulai sekitar jam 4 sore.

Karena keberuntungan saja, kami dapat tiket pada kursi deretan paling atas (berkat mengantri 5 jam sebelumnya) walau berada di hampir pojok kanan. Film ini sangat digandrungi anak-anak muda saat itu, jadi kami perlu memesannya jauh sebelum film dimulai.

Aku sebenarnya kurang begitu suka film seperti ini namun karena pacarku terus membujuk, akhirnya aku ikut saja. Lagipula aku merasa tidak rugi berada di dalam bioskop selama 3 jam lebih karena memang selama itulah durasi film tersebut.

Setelah duduk di dalam bioskop, kami membuka ‘perbekalan’ kami (berhubung selama 3 jam ke depan kami akan terpaku di depan layar). Aku mengeluarkan popcorn dan minuman yang telah kami beli di luar.