Hadiah Dari Mbak Tita

Mbak Yuni adalah anak tetangga nenekku di desa daerah Cilacap yang ikut dengan keluargaku di Kota Semarang sejak SMP. Waktu SD ia sekolah di desa, setelah itu ia diajak keluargaku di kota untuk melanjutkan sekolah sekaligus membantu keluargaku terutama merawat aku. Kami sangat akrab bahkan di juga sering ngeloni aku. Mbak Yuni ikut dengan keluargaku sampai dia lulus SMA atau aku kelas 2 SD dan dia kembali ke desa. Namanya juga anak kecil, jadi aku belum ada perasaan apa-apa terhadapnya.

Setelah itu kami jarang bertemu, paling-paling hanya setahun satu atau dua kali. Tiga tahun kemudian ia menikah dan waktu aku kelas dua SMP aku harus pindah luar Jawa ke Kota Makassar mengikuti ayah yang dipindah tugas. Setelah itu kami tidak pernah bertemu lagi. Kami hanya berhubungan lewat surat dan kabarnya ia sekarang telah memiliki seorang anak. pada waktu aku lulus SMA aku pulang ke rumah nenek dan berniat mencari tempat kuliah di Kota Yogya.

Perjakaku Hilang Di Miss 'V' Tanteku

Namaku Rudi. Kisah ini bermula ketika aku berumur 18 tahun.

Pagi itu Tante Nur meneleponku dan memintaku untuk datang ke rumahnya. Dia mengeluh pipa air di dapurnya rusak. Karena aku sudah beberapa kali berhasil memperbaiki pipa2 air dirumahnya, maka dia memanggilku untuk memperbaiki pipa air yang rusak tersebut dirumahnya dan karena hari ini jadwalku sangat padat, maka aku bilang kalau aku akan kerumahnya setelah semua kegiatanku selesai.

Gara-Gara Lampu Mati

Usiaku sudah hampir mencapai tiga puluh lima, ya… sekitar 3 tahunan lagi lah. Aku tinggal bersama mertuaku yang sudah lama ditinggal mati suaminya akibat penyakit yang dideritanya. Dari itu istriku berharap aku tinggal di rumah supaya kami tetap berkumpul sebagai keluarga tidak terpisah. Di rumah itu kami tinggal 7 orang, ironisnya hanya aku dan anak laki-lakiku yang berumur 1 tahun berjenis kelamin cowok di rumah tersebut, lainnya cewek.

Jadi… begini nih ceritanya. Awal September lalu aku tidak berkerja lagi karena mengundurkan diri. Hari-hari kuhabiskan di rumah bersama anakku, maklumlah ketika aku bekerja jarang sekali aku dekat dengan anakku tersebut. Hari demi hari kulalui tanpa ada ketakutan untuk stok kebutuhan bakal akan habis, aku cuek saja bahkan aku semakin terbuai dengan kemalasanku.

Bercinta dengan mbak dewi

saat itu hari minggu pagi pukul 9 aku sedang menyiram tanaman di halaman rumahku, tiba-tiba bell gerbangku berbunyi ku lihat ada seorang wanita, ku buka gerbangku dan ku tanya ada perlu apa karena aku tidak mengenalinya.

aku : mbak sapa? ada perlu apa bu?
mbak : saya dewi dik, saya istrinya pak handoko.

Petualangan Ari : Dengan Tante Hani

Tiga hari pertama aku tinggal di rumah Tante Hani, aku dan Mbak Vidya tiap malam berhubungan seks. Kami bangun selalu sebelum jam 4 pagi untuk melakukannya sekali lagi sebelum aku pindah ke kamar tamu.

Namun, setelah petualangan seksku dengan ibu di rumah kami, nafsu seksku terbiasa diumbar bebas, melakukan seks hanya malam dan pagi membuat aku merasa kekurangan. Akhirnya, pada hari ke empat, aku mencoba melakukannya di pagi hari setelah sarapan.

Saat itu kami sedang duduk di ruang keluarga. Tante Hani sedang berkebun di halaman belakang. Pembantu mereka sedang keluar untuk belanja bahan makanan. Aku dan Mbak Vidya baru selesai sarapan dan memutuskan untuk menonton TV.